Peristiwa

Mualem Instruksikan Seluruh Bupati dan Wali Kota Siaga Darurat Bencana

×

Mualem Instruksikan Seluruh Bupati dan Wali Kota Siaga Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini
Istri Mualem, Marlina Usman (Kak Na) saat meninjau kondisi banjir di Aceh Utara, pada Rabu 26 November 2025. Foto: Adpim Setda Aceh
  • Melakukan pemetaan detail daerah rawan bencana berdasarkan kajian risiko dan rencana kontingensi, serta menyiagakan seluruh sumber daya daerah termasuk anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
  • Mengaktifkan posko bencana dan apel kesiapsiagaan bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan elemen masyarakat.
  • Menyiapkan logistik dan peralatan penanganan bencana secara terukur.
  • Memantau kondisi cuaca dan potensi ancaman secara real-time berdasarkan data BMKG dan BPBD.
  • Melakukan perbaikan infrastruktur darurat dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan.
  • Melaksanakan evakuasi, pendataan korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar sesuai standar pelayanan minimal.
  • Mengoptimalkan peran camat melalui Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana.
  • Selain itu, Gubernur menegaskan bahwa salah satu dampak besar banjir dan longsor adalah terganggunya arus transportasi dan distribusi logistik.
  • Pemerintah meminta semua pihak—termasuk dunia usaha—untuk membantu kelancaran distribusi sembako dan bantuan ke daerah terdampak.

Status Siaga

Menurut laporan BPBD kabupaten/kota, sejumlah daerah telah lebih dulu menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, yakni: Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

Sementara itu, daerah terdampak banjir dan longsor meliputi Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil. Bireuen menjadi wilayah terparah, bahkan dilaporkan nyaris lumpuh akibat banjir yang meluas.

BPBA telah mengirim 500 unit life jacket, perahu polietilen, dan mesin perahu untuk mendukung proses evakuasi di daerah paling terdampak.

Gangguan terhadap jaringan listrik dan telekomunikasi juga terjadi di sejumlah wilayah. Namun Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa pihak PLN dan operator seluler sedang melakukan penanganan untuk memulihkan layanan.

“Tim Pemerintah Aceh bersama tim kabupaten/kota masih terus berada di lapangan. Pendataan jumlah korban dan warga terdampak masih berlangsung,” kata Muhammad MTA.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Daerah

Habanusantara.net — Pemadaman listrik berhari-hari di Aceh kembali mengungkap buruknya tata kelola dan minimnya profesionalitas PLN. Meski akhirnya mengeluarkan penjelasan resmi, PLN tetap tidak mampu membeberkan penyebab utama gangguan, membuat…

close