- Kurangi Kecepatan
Berkendaralah lebih lambat dari biasanya. Dengan kecepatan rendah, pengendara memiliki lebih banyak waktu untuk bereaksi terhadap perubahan kondisi jalan. - Jaga Jarak Aman
Tingkatkan jarak dengan kendaraan di depan menjadi sekitar lima detik. Jarak lebih lebar memberi ruang menghentikan kendaraan tanpa pengereman mendadak. - Hindari Pengereman dan Akselerasi Mendadak
Gunakan rem dan gas secara halus dan bertahap untuk mencegah selip, terutama di permukaan jalan yang baru saja basah. - Minimalkan Manuver Mendadak
Lakukan belokan atau perpindahan jalur dengan lembut. Manuver tiba-tiba berisiko membuat ban kehilangan traksi. - Perhatikan Marka Jalan
Hindari melewati marka jalan yang basah karena biasanya lebih licin dibanding permukaan aspal lainnya. - Waspadai Genangan Air
Jangan menerobos genangan yang tidak terlihat dasarnya. Lubang atau permukaan bergelombang dapat tersembunyi di bawah air, dan risiko aquaplaning bisa terjadi. - Tetap Fokus dan Waspada
Hentikan kebiasaan menggunakan gawai atau melamun saat hujan. Konsentrasi penuh diperlukan untuk mengantisipasi kondisi tak terduga.
Lebih Waspada untuk Cari_Aman
Reza menegaskan bahwa musim hujan adalah waktu yang menuntut kewaspadaan ekstra. “Kesimpulannya, saat kondisi hujan dan licin, kita harus lebih menjaga kendali kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan agar bisa lebih Cari_Aman saat naik motor,” ujarnya.
Dengan memahami langkah-langkah tersebut, pengendara dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih aman, meski cuaca kurang bersahabat. Tetap berhati-hati, periksa kendaraan, dan selalu prioritaskan keselamatan di jalan.[]




















