Kasmaran Matematika : Cara Disdik Aceh Bikin Siswa Jatuh Cinta ke Angka

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Matematika selama ini sering dianggap pelajaran paling menyeramkan di sekolah. Rumusnya bikin pusing, angkanya seakan tak ada ujung. Tapi Dinas Pendidikan Aceh mencoba membalik stigma itu lewat sebuah program unik bertajuk “Kasmaran Matematika”, yang resmi digelar di ruang Co-Learning UPTD Balai Tekkomdik Aceh.

Program ini diikuti siswa SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan metode belajar yang jauh dari kesan kaku. Mereka diajak diskusi, memecahkan soal secara kolaboratif, hingga menggunakan teknologi dan alat peraga. Tujuannya jelas: bikin siswa lebih percaya diri, tak lagi alergi dengan matematika, bahkan bisa “jatuh cinta” dengan angka.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., menegaskan kalau matematika tidak boleh lagi dipandang sebagai momok. “Kita ingin siswa kasmaran, bukan takut. Matematika itu bukan sekadar angka, tapi cara berpikir logis dan kreatif yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Menariknya, program ini menghadirkan akademisi dari Universitas Syiah Kuala, Prof Rahmah Johar, yang membimbing siswa dengan pendekatan menyenangkan. Alih-alih hanya menghafal rumus, siswa justru diajak mengaitkan matematika dengan realita di sekitar mereka—termasuk peluang karier di masa depan.

Tak berhenti di situ, konsep Kasmaran Matematika juga dirancang sebagai persiapan bagi siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Jadi bukan cuma belajar angka, tapi juga mengasah logika, kerja sama, dan kepercayaan diri.

Dengan inovasi ini, Disdik Aceh berharap pelajaran matematika tak lagi jadi ketakutan berjamaah. Sebaliknya, bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.