Headline

Pj Gubernur Aceh dan Forkopimda Tinjau Pembangunan Bendungan Rukoh

×

Pj Gubernur Aceh dan Forkopimda Tinjau Pembangunan Bendungan Rukoh

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Aceh Bustami Se Msi Bersama Ketua Dpra Zulfadli Amd Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko Pangdam Iskandar Muda Mayjen Tni Niko Fahrizal Mtr han Kajati Aceh Drs Joko Purwanto Sh Meninjau Pembangunan Bendungan Rukoh Keumala Pidie Selasa 30042024
Pj. Gubernur Aceh, Bustami, SE, M.Si bersama Ketua DPRA Zulfadli, A.Md, Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal M.Tr (Han) Kajati Aceh Drs. Joko Purwanto, SH meninjau pembangunan Bendungan Rukoh Keumala Pidie Selasa, 30/04/2024

Habanusantara.net- Dalam rangka memantau perkembangan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), Penjabat Gubernur (Pj) Aceh, Bustami Hamzah, didampingi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, mengunjungi lokasi pembangunan Bendungan Rukoh di Gampong Alue, Kecamatan Titeu, Kabupaten Pidie, pada Selasa (30/4/2024) sore.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua DPR Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, Kabinda Aceh, Pj Bupati Pidie, Forkopimda Kabupaten Pidie, serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan Biro terkait di lingkungan Setda Aceh.

Sebelumnya, pada pagi hari, rombongan Pj Gubernur dan Forkopimda juga menyempatkan diri untuk meninjau progres pembangunan Bendungan Keureuto di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.

Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk mengawasi langsung proses pengerjaan yang sedang berlangsung serta mendapatkan penjelasan langsung dari pelaksana proyek. Diperkirakan, setelah selesai, pembangunan bendungan di Pidie akan mampu mengairi sekitar 11.950 hektar sawah di kawasan tersebut.

Bendungan Rukoh dan Keureuto merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan air dan produksi pangan di Aceh. Selain itu, bendungan ini juga akan berperan sebagai penyedia air baku, mendukung sektor pariwisata, mengurangi risiko banjir, serta sebagai sumber energi listrik.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk memastikan kelancaran dan kualitas dari proyek-proyek strategis yang sedang berjalan di wilayah tersebut.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: